lampu ac pada tespen digunakan sebagai
Ketikategangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) Untuk menghitung besarnya arus dapat digunakan rumus. I n = Qc / 3 . VL. Sebagai contoh : masing masing steps dari 10 steps besarnya 20 Kvar maka dengan
Testpentipe ini sangat mempermudah pengecekan arus listrik, bisa digunakan untuk aliran listrik AC dengan rentang tegangan mulai dari 120 VAC hingga 240 VAC. Testpen Voltage Detector dilengkapi dengan buzzer dan juga indikator LED sehingga sangat mudah untuk digunakan. Tespen Multi Function Digital Spanning
TestpenBunyi Lampu LED / Tester Volt AC Alat Tespen Tegangan Listrik di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Pasti Ori ∙ Garansi 7 Hari ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli Testpen Bunyi Lampu LED / Tester Volt AC Alat Tespen Tegangan Listrik di TOKO SINAR TERANG Official Store. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia!
Indikator panas mesin mobil menyala hanya akan ditemui untuk kendaraan-kendaraan yang menggunakan lampu LED untuk indikator panas mesin, seperti contoh Vios atau Honda Jazz dan tidak lagi menggunakan jarum analog sebagai tanda temperatur mesin. Indikator panas mesin mobil ini terlihat seperti gambar thermometer yang dimasukan ke wadah air.
Rp31.800 34 terjual. Lampu LED Arwana - Berikan Cahaya Lampu Yang Tepat Agar Warna Ikan Lebih Indah. Rp 525.000. Fitting Lampu Bohlam E27 Portable dengan EU Plug. Rp 9.500 2 terjual. Bohlam api ini merupakan lampu dekorasi yang unik, tak seperti lampu kebanyakan, lampu ini memberi efek nyala api yang berkobar sewaktu dinyalakan, sehingga
Ou Faire Des Rencontres Sur Internet. Pada artikel kali ini saya akan membahas bagaimana menggunakan tespen. Baiklah kita akan mulai dengan pembukaan artikel terlebih dahulu. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga ikut berkembang, begitu juga dengan listrik dan penggunanya. Listrik sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir tiap sudut jalan, rumah, taman, perkantoran dan lain sebagainya sudah diterangi oleh lampu yang menggunakan energi listrik. Dan tentu saja anda yang membaca artikel ini sudah menikmati pemakaian energi listrik. Baiklah sebelum kita melanjutkan ke topik artikel yaitu bagaimana cara menggunakan tespen, kita harus tahu terlebih dahulu beberapa hal tentang tespen. Kita mulai dari, Pengertian tespen adalah? Daftar Isi1 Pengertian Tespen testpen adalah2 Cara Kerja Tespen3 Cara Menggunakan tespen testpen Bahaya-bahaya Dalam Menggunakan Langkah-langkah menggunakan tespen4 Jenis-jenis Tespen Tespen Tespen DC5 Hasil Pengujian tespen Pengertian Tespen testpen adalah Tespen terdiri dari 2 kata yang pertama tes adalah uji atau mengetes dan yang kedua adalah pen yang berarti pena. Tespen testpen adalah suatu alat ukur yang mudah dibawa-bawa mirip pulpen/pena yang digunakan untuk mengetahui atau untuk melakukan pengecekan apakah suatu penghantar kabel / terminal input bertegangan atau tidak bertegangan. Alat ukur tespen testpen ini menggunakan lampu indikator untuk memberi tanda bahwa suatu penghantar / input bertegangan atau tidak bertegangan. Tespen testpen ini ditemui di pasaran berbentuk seperti obeng +, obeng - atau bentuk lainnya. Namun untuk membedakan antara tespen dan obeng atau lainnya adalah adanya indikator, indikator tersebut bisa berupa lampu, buzzer atau tampilan lcd dalam angka. . Berikut bentuk-bentuk tespen lihat gambar. Gambar bentuk-bentuk tespen Tespen dapat digunakan untuk mengukur tegangan DC arus searah dan tegangan AC arus bolak balik Saat ini para teknisi listrik banyak menggunakan tespen dalam melakukan pekerjaannya. Namun hal tersebut tidak dibatasi penggunaannya untuk orang-orang yang memiliki keahlian di luar teknisi listrik. Jadi bagi anda yang bukan teknisi listrik, boleh menggunakan tespen untuk membantu anda dalam mengganti peralatan instalasi listrik di rumah anda. Bila anda ingin menggunakan tespen, maka anda harus membaca tulisan di bawah ini, tujuannya supaya anda mengetahui cara menggunakan tespen testpen tersebut serta mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi sewaktu melakukan pengukuran tegangan listrik. Cara Kerja Tespen Gambar bagian dalam tespen Tiap tiap tespen memiliki cara kerja yang hampir sama. Untuk mengetahui cara kerja tespen, kita akan melihat isi dari tespen tersebut. Lihat gambar bagian dalam tespen, urutan bagian-bagian komponen tespen di bawah ini adalah cara kerja tespen, antara lain Bagian uji probe, bagian uji ini berbahan logam biasanya berbentuk mata obeng + atau obeng -, mudah dialiri oleh arus listrik. isolasi bawah, isolasi bawah berbahan plastik tidak menghantar arus listrik yang berfungsi untuk melindungi logam bagian uji agar tidak disentuh oleh pengguna isolasi bodi, isolasi bodi berbahan plastik tidak menghantar arus listrik yang berfungsi untuk pegangan oleh pengguna ketika menguji objek bertegangan karbon, karbon ini berbahan karbon yang berfungsi sebagai resistor yang tujuannya memperkecil arus yang mengalir dari bagian probe ke lampu indikator lampu indikator, merupakan lampu yang menyala apabila ada arus listrik yang mengalir pegas, pegas atau per berbahan logam sebagai penghantar mudah menghantarkan arus listrik yang bertujuan agar logam kepala dan lampu indikator terhubung logam kepala, logam kepala ini berbahan logam mudah menghantarkan arus listrik. Inilah yang disentuh oleh jari pengguna yang mana jari pengguna berfungsi sebagai negatif dari sumber tegangan. Terkadang ada tespen yang dilengkapi bunyi buzzer Dari cara kerja tespen di atas, ini menandakan bahwa arus listrik mengalir ke jari pengguna listrik, namun arus listrik yang mengalir tersebut sudah sangat kecil arusnya, hal ini karena adanya karbon dan lampu indikator yang mempunyai nilai resistansi tahanan/hambatan yang sangat besar. Cara Menggunakan tespen testpen Sebelum membahas cara menggunakan tespen, ada hal penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Hal yang penting ini menyangkut keamanan dalam menggunakan tespen. Bahaya-bahaya Dalam Menggunakan Tespen Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan tespen Perhatikan tegangan objek yang diukur Objek yang diukur harus benar-benar kita perhatikan. Jika tegangan sumber objek yang diukur melebihi tegangan spesifikasi tespen, maka jangan lakukan pengukuran. Kenapa? Karena arus yang mengalir akan menembus tahanan isolasi tespen sehingga akan menyebabkan pengguna tersentrum. Bagaimana mengetahui tegangan spesifikasi tespen? Biasanya tegangan spesifikasi tespen tercantum pada tespen tersebut. Contoh gambar spesifikasi tegangan tespen yang tertulis pada tespen. Di Indonesia sendiri, tegangan sumber dari PLN yang terdapat di rumah adalah sebesar 220 Volt AC, jadi aman untuk menggunakan tespen yang memiliki spesifikasi 100-500 V. Spesifikasi 100-500 V artinya, tespen tidak boleh digunakan untuk mengukur tegangan di atas 500 V. Hati-hati Mengganti komponen dalam tespen Hati-hatilah dalam mengganti komponen yang terdapat di dalam tespen yang sudah disebutkan di atas. Jika ingin mengganti komponen yang hilang atau rusak, diharuskan / diwajibkan menggantinya sesuai dengan spesifikasi komponen tersebut. Contoh jika lampu tespen rusak, ganti dengan tegangan dan ampere yang sama, atau jika carbon / arangnya hilang atau hancur, ganti dengan bahan yang sama, serta ukuran fisik yang sama. Jika merasa kurang yakin untuk mengganti komponen di dalamnya, maka lebih baik gunakan tespen yang baru / yang tidak rusak. Jangan memegang logam yang terhubung langsung dengan objek yang diuji probe tespen Sewaktu melakukan pengukuran perhatikan tangan anda, jangan sampai menyentuh probe tespen tempat objek ukur kabel/ penghantar/ stop kontak yang diuji. Perhatikan isolasi tespen, jangan ada yang rusak. Perhatikan tespen dan tangan anda harus dalam keadaan kering jangan basah. Langkah-langkah menggunakan tespen Setelah mengetahui bahaya-bahaya yang memungkinkan terjadi pada saat menggunakan tespen, maka kita mulai membahas bagaimana cara menggunakan tespen, adapun cara-cara dan langkah-langkah dalam cara menggunakan tespen di antaranya adalah sebagai berikut Perhatikan kondisi tubuh anda, objek ukur, dan tempat melakukan pengukuran tidak basah dalam keadaan kering. Pastikan isolasi tespen dan komponen dalam tespen masih dalah keadaan baik / tidak rusak. Perhatikan spesifikasi tegangan tespen yang terdapat pada tespen. Biasanya tegangan spesifikasi tespen 100-500 V, namun biar lebih aman, lebih baik anda mencari tahu, dengan melihat di tespen tersebut jika tidak ada anda bisa mencarinya di internet. Perhatikan tegangan objek yang akan di ukur. Kalau di rumah-rumah di negara indonesia biasanya tegangan objek yang diukur adalah 220 V AC ini tentu aman untuk diukur. Sedangkan kalau di pabrik, terkadang ada tegangan sumber yang bernilai di atas 500 V AC, ini tentunya tidak dibolehkan menggunakan tespen jika tegangan yang diukur di atas tegangan spesifikasi tespen, karena sangat berbahaya anda akan tersentrum. Jika semua sudah dipastikan, Pegang tespen pada peganganya bagian atas bagian isolatornya, sekali lagi ingat jangan pegang bagian bawah probe logam yang akan dihubungkan ke kabel. hubungkan probe dengan objek berupa kabel / penghantar / stop kontak bertegangan yang akan diukur, ingat yang harus dihubungkan adalah tembaganya, bukan isolator penghantarnya. Pegang jempol anda pada logam atas kepala tespen Lihat lampu yang terdapat pada tespen, jika lampu menyala maka objek kabel/penghantar yang diuji adalah phasa polaritas +. Sedangkan jika tidak menyala, maka objek kabel/penghantar adalah Netral / Nol polaritas -. Video cara menggunakan tespen Jenis-jenis tespen Jenis-jenis tespen yang terdapat di pasaran saat ini adalah Tespen digital Tespen digital adalah tespen yang mengeluarkan hasil pengukuran berupa lampu LED atau bunyi buzzer atau biasanya ada tampilan LCD berupa besar tegangan. Tespen biasa Tespen Biasa adalah tespen yang terdiri dari arang, lampu indikator, probe dan logam di kepala tespen yang digunakan untuk pegangan jempol sebagai sumber tegangan Tespen DC Tespen DC biasanya mirip dengan tespen biasa, yang membedakan adalah pegangan negatifnya berupa kabel dengan tang yang terpisah nantinya dihubungkan ke negatif tegangan DC Hasil Pengujian tespen Hasil Pengujian tespen dapat akan berhasil jika salah satu objek yang diukur objek yang diukur adalah kabel phasa dan netral/nol membuat nyala lampu tespen menjadi menyala. Berikut hasil uji lampu Salah satu objek ukur akan membuat lampu menyala terang. Artinya pengukuran berhasil Salah satu lampu menyala agak redup, artinya pengukuran berhasil, ini berarti anda sebagai negatif pengukuran tidak terhubung ke bumi. Untuk mengatasi hal berikut coba waktu mengukur kaki anda terhubung ke lantai bumi atau tangan sebelah lagi menyentuh tembok. Jika kedua objek yang diukur tidak menyala. Pastikan tespen dalam keadaan baik. Jika tespen dalam keadaan baik. berarti kabel fasanya tidak terhubung ke sumber listrik putus. Jika salah satu kabel menyala, dan satu kabel tidak menyala, artinya kabel netral tidak menyala putus sambung ke sumber listrik. Jika kedua kabel menyala sama terangnya berarti kabel yang terukur phasa semua. JIka satu kabel menyala terang, dan satu lagi menyala redup. Berarti kabel ke sumber tegangan PLN ada yang putus. Demikianlah tulisan saya ini mengenai cara penggunaan tespen Post Views 1,410
Ketika Anda melihat seorang teknisi listrik sedang melakukan pekerjaannya, apakah pernah mengamati sebuah benda yang bentuknya mirip dengan obeng dan ketika disentuhkan dengan aliran listrik, maka akan muncul cahaya? Benda tersebut bernama “Test Pen” atau lebih sering disebut tespen. Penasaran apa itu tespen dan cara menggunakan tespen yang benar? Simak informasi berikut Itu Tespen?Test Pen atau tespen merupakan salah satu alat yang biasanya digunakan oleh para teknisi listrik. Alat ini mudah dibawa kemana-mana, karena bentuknya mirip seperti obeng. Sebenarnya tespen ini juga bisa digunakan sebagai obeng karena memiliki ujung yang berbentuk datar minus, walaupun beberapa ada juga yang berbentuk pada dasarnya tespen adalah sebuah alat pengukur yang digunakan untuk mengecek atau mengetahui apakah penghantar listrik mempunyai tegangan atau tidak. Yang dimaksud dengan penghantar listrik tersebut seperti kawat listrik, kabel listrik, maupun stop kontak listrik. Namun tespen ini berbeda dengan multimeter karena tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tinggi tegangan hanya bisa digunakan untuk mengecek ada tidaknya aliran listrik yang ada pada sebuah penghantar listrik, menggunakan indikator berupa lampu. Jika penghantar listrik tersebut memiliki aliran listrik, maka lampu indikator tespen akan menyala. Jika tidak ada aliran listrik, maka lampu indikator tidak akan tau penggunaan daya PC kamu? Baca Cara Cek Konsumsi Daya PC Bagaimana Cara Menggunakan Tespen?Dapat dikatakan bahwa penggunaan tespen ini cukup mudah dan sederhana. Hanya dengan beberapa langkah saja, maka Anda sudah bisa tahu apakah sebuah penghantar listrik memiliki aliran listrik atau tidak. Tujuan pengetesan aliran listrik ini, tentunya untuk menghindari bahaya sengatan listrik bagi Anda. Nah, berikut cara menggunakan tespen yang perlu Anda ambil tespen dan pegang bagian plastik tespen dengan menggunakan ujung jari itu, letakkan ujung jari telunjuk di bagian atas tespen. Ujung jari telunjuk Anda harus menyentuh bagian besi pada tespen tempelkan bagian ujung tespen bagian yang bawahnya berbentuk obeng minus atau plus pada penghantar aliran listrik yang akan perhatikan bagian lampu indikator tespen. Jika lampu indikator tespen menyala, berarti terdapat tegangan listrik yang mengalir pada penghantar listrik. Namun jika lampu indikator mati, maka dapat dipastikan tidak ada aliran listrik yang catatan, ketika Anda sedang mengecek aliran listrik menggunakan tespen, pastikan bahwa tidak ada anggota tubuh yang menyentuh sumber penghantar listrik yang Anda sudah mengetahui pengertian dari tespen, maka Anda sudah tidak bingung lagi dengan fungsi dari tespen. Selain itu dengan menggunakan cara menggunakan tespen seperti yang Saya jelaskan diatas, maka Anda bisa menggunakannya sebelum melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan aliran listrik. Penggunaan tespen ini sangat penting, terutama untuk keselamatan Anda sendiri.
Pengertian dan fungsi tespen akan kita bahas disini. Tespen Tes Pen adalah alat yang sering digunakan oleh teknisi listrik. Fungsi obeng tespen adalah untuk mendeteksi/menguji apakah sebuah penghantar memiliki tegangan listrik atau tidak. Penghantar listrik itu dapat berupa kabel, stop kontak, saklar atau kontak-kontak listrik yang lain. Dulu, obeng tespen tidak dapat mengukur besar tegangan atau arus listrik. Tespen hanya dapat mengetahui keberadaan aliran listrik. Tespen biasa digunakan untuk mengecek berbagai peralatan listrik. Jika kabel yang kita cek beraliran listrik, maka lampu indikator yang ada pada tespen akan menyala. Namun sekarang, tespen dapat digunakan untuk mengetahui besar tegangan pada suatu kabel atau kontak listrik. Testen tersebut dinamakan tespen digital. Bentuk Tespen dan Jenis Tespen Bentuk tespen seperti obeng. Ujung tespen dapat berfungsi sebagai obeng minus -. Ada juga tespen yang dapat dibolak-balik menjadi obeng plus dan minus. Pada sisi ujung sebelahnya, terdapat plat logam sebagai konduktor ke tubuh kita. Di tengah tespen terdapat lampu indikator yang akan menyala pada saat terkena arus listrik. Biasanya tespen memiliki sebuah penjepit. Penjepit ini layaknya pada sebuah pena, sehingga teknisi dapat mengantongi tespen di saku pakaian. Pada tangkainya, tespen dilindungi dengan isolator yang dapat mencegah tangan kita menyentuh tangkai bagian ujung adalah ujung tespen atau probe. Selain berfungsi sebagai probe, bagian ini juga dapat digunakan sebagai obeng biasa. Untuk jenis tespen, selain tespen manual, sekarang dapat ditemui jenis tespen digital. Tespen digital tentu saja harganya lebih mahal daripada yang biasa. Tespen digital ada yang dilengkapi dengan baterai, layar LED, senter, dan sebagainya. Karena itulah harganya lebih mahal dari tespen biasa. Skema Kelistrikan Tespen Cara kerja dan skema kelistrikan pada tespen sederhanan adalah dengan menggunakan sebuah resistor atau bahan ferit arang karbon dan sebuah lampu indikator. Benda kecil hitam yang terdapat pada tespen konvensional itu adalah bahan ferit atau arang karbon. Fungsi resistor atau ferit ini adalah sebagai pembatas arus. Jadi arus yang mengalir pada tespen untuk menyalakan lampu indikator tespen nilainya kecil dan tidak membahayakan. Ingat!! Pada ujung tespen besar arus listriknya tetap sebagaimana arus sumbernya. Setelah melewati resistor atau batang arang karbon, arus akan mengalir ke lampu indikator berupa lampu/ LED. salah satu kaki lampu/LED akan terhubung dengan konduktor berupa plat logam yang akan kita sentuh. Sentuhan ini aman, karena arus telah diturunkan oleh resistor/arang sehingga arusnya adalah; ujung probe tespen berfungsi sebagai fasa, dan tangan atau jari kita sebagai netral ground, sehingga saat arus listrik mengalir, maka lampu indikator/LED akan menyala, Jika tidak ada rus yang mengalir, maka lampu tidak menyala. Menggunakan Tespen di Rumah Walaupun katanya tespen sering digunakan oleh teknisi listrik, namun tidak kalah pentingnya bagi masyarakat biasa untuk mengetahui cara penggunaan tespen yang aman. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan sangat sering berhubungan dengan peralatan listrik. Terkadang kita perlu mengetahui apakah ada arus yang mengalir pada suatu kabel. Ataukah untuk mengecek apakah semua peralatan listik dirumah kita aman dari arus bocor, dan lain-lain. Hal ini penting, apabila ada anak kecil di rumah kita, sehingga keamanannya lebih tespen di pasaran sangat bervariasi. Mulai dari Rp 5000,- sampai puluhan ribu. Harga tespen digital biasanya lebih tinggi daripada tespen termasuk peralatan yang awet jika digunakan dengan benar dan sesuai prosedur. Untuk perawatannya pun tidak sulit. Yang penting simpan tespen ditempat yang aman, dan kering. Kita perlu mengetahui cara yang benar dan aman saat menggunakan tespen. Hal ini demi keselamatan diri kita dari sengatan arus listrik yang dapat membahayakan tubuh kita. Berikut ini cara menggunakan test pen konvensional dengan benar dana man. Cara menggunakan tespen dengan aman dan benar Periksa dan pastikan tespen dalam kondisi baik dan tubuh kita, terutama tangan dan kaki kita, dalam keadaan kering tidak basah berkeringat atau lembab.Perhatian! Jangan menyentuh bagian ujung obeng tespen. Pegang tespen dengan menyentuh pangkal tespen dengan jari telunjuk. Kemudian sentuhkan ujung tespen ke bagian yang akan Tegangan listrik dengan Tespen Pengecekan Stop Kontak. Pada stop kontak terdapat dua lubang yaitu fasa dan netral. Indikator lampu tespen akan menyala jika mendapat tegangan listrik fasa api. Jika dihubungkan dengan netral massa, maka lampu indikator tespen tidak kabel listrik. Sentuhkan ujung tespen pada bagian inti kabel tang terbuat dari peralatan listrik. Untuk memeriksa peralatan listrik, tempelkan ujung tespen ke bagian peralatan listrik yang terbuat dari logam.
Tespen atau biasa disebut juga sebagai tester tegangan listrik merupakan komponen sederhana dari alat elektronika. Tespen juga termasuk komponen elektronika yang tergolong paling mudah dalam penggunaanya. Dewasa ini penggunaan tespen menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam keperluan kelistrikan sehari-hari. Itulah mengapa penting bagi kita untuk mengetahui komponen yang satu ini secara tuntas. Dalam praktiknya, Selain kita pelajari tentang pengertian tespen, pada artikel juga akan kita bahas beberapa hal lain yang tidak kalah penting. Misalnya seperti fungsi tespen, cara penggunaan tespen dan 8 jenis tespen yang paling umum digunakan. apa itu tespen? Tespen adalah sebuah alat yang sering disebut sebagai pendeteksi arus atau tegangan listrik. Tespen sendiri masih tergolong sebagai salah satu komponen alat elektronika. Namun demikian, seiring berkembangnya jaman tespen mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Baik dari bentuk tespen, maupun fungsi lain dari tespen itu sendiri. Selain fungsi utama tespen, setiap bagian tespen juga memiliki fungsi yang berbeda beda. Hal ini tentu saja tergantung dari jenis tespen yang digunakan. Fungsi dari Setiap Bagian Tespen Meskipun tergolong sebagai komponen sederhana namun tespen ini tetaplah tersusun atas beberapa bagian. Komponen penyusun tespen ini juga mempunyai fungsinya masing-masing. Yuk simak penjelasannya pada gambar di bawah ini. fungsi tespen Adapun penjelasan dari fungsi tespen adalah sebagai berikut Probe memiliki fungsi utama untuk mendeteksi kabel atau benda yang akan diuji arus listrik nya. Isolator berfungsi sebagai pengaman yang melindungi alat dari resiko terjadinya korsleting listrik. Arang fungsi utamanya yakni sebagai isolator yang mampu menekan resiko terjadinya overload aliran arus listrik berlebih. Cara kerjanya yakni dengan membatasi aliran dari arus listrik. Lampu indikator fungsi utamanya yakni sebagai penanda. Yang mana lampu ini akan menyala jika sebuah benda yang mempunyai tegangan listrik. Penjepit berfungsi dalam hal penyimpanan yakni menjepit tespen pada kantong maupun tempat penyimpanan alat tespen. Pegas fungsinya yakni untuk melakukan penekanan pada bagian lampu indikator pada tutup konduktor alat. Tutup konduktor fungsinya yakni sebagai media yang digunakan untuk untuk mengalirkan arus listrik. Cara Menggunakan Tespen yang Benar Selain fungsi dari bagian-bagian tespen, sebagian orang juga bertanya terkait bagaimana cara menggunakan tespen yang benar? Sebenarnya cara penggunaannya sendiri tergolong sangat mudah, sehingga tidak perlu keahlian khusus agar dapat menggunakan tespen. cara menggunakan tespen yang benar Berikut langkah-langkah yang dapat kita lakukan dalam menggunakan tespen dengan mudah. Ambil tespen dan gunakan jari tangan kita untuk memegang tespen dengan baik dan benar pada bagian gagang. Pada bagian atas tespen terdapat tombol yang dapat dipegang dan arahkan tespen pada benda yang akan diuji. Tespen juga dilengkapi dengan lampu indikator, sehingga dapat mendeteksi apabila benda yang kita uji terdapat aliran listrik atau tidak. 8 Jenis Tespen Yang Umum Digunakan Dewasa ini tespen mengalami perkembangan berbagai bentuk baru dan fungsi yang beragam. Sehingga perlu kita pahami bersama terkait jenis-jenis tespen dan fungsinya. Berikut 8 jenis tespen beserta penjelasanya yang akan kita kupas secara tuntas. 1. Tespen Multi Function Digital Spanning tespen digital Jenis tespen Multi function Digital Spanning biasanya digunakan untuk menguji aliran listrik. Hal ini bisa berlaku baik itu arus dengan jenis DC maupun AC. Untuk tegangan yang dapat diuji oleh tespen jenis ini mulai dari 12 – 220 Volt. Tespen Multi function Digital Spanning ini dilengkapi dengan 2 tombol untuk penggunaan DC atau AC. Bagian handle/pegangan tespen juga terbuat dari bahan yang nyaman dan kuat sehingga mempermudah kita untuk memegang tespen. Terdapat pula LED LCD atau layar LCD, yang mana fungsi utamanya menampilkan hasil uji benda yang sedang di cek arus listriknya. Bahan dasar LCD adalah engginering plastic shell sehingga lebih aman dan lebih awet dalam penggunaanya. Cara penggunaanya cukup mudah, hanya dengan meletakan tespen pada kabel yang akan dicek, lalu tekan tombol sesuai yang diinginkan, baik itu DC atau AC. Lalu hasil arus listrik DC dan AC akan muncul pada layar LCD pada tespen. 2. Tespen Voltage Detector tespen deteksi kabel putus Tespen Type Voltage Detector adalah salah satu jenis tespen yang penggunaannya sebagai pendeteksi kabel listrik yang putus ditujukan untuk menguji aliran arus listrik AC. Pada umumnya, tespen jenis ini hanya bisa digunakan pada tegangan 12-240 VAC. Tespen Type Voltage Detector ini juga dilengkapi dengan bizzer dan lampu indicator sehingga dapat lebih mudah dalam praktik penggunaanya. Cara penggunaanya cukup mudah yaitu dengan cara mendekatkan tespen dengan benda yang akan diuji. Jadi Anda tidak perlu sampai mengupas kabel atau benda yang akan diuji menggunaka tespen jenis ini. Setelah tespen didekatkan pada benda yang akan diuji, makan bagian buzzer pada tespen akan mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa benda tersebut terdapat arus listrik. Jika buzzer tidak berbunyi, maka itu menandakan bahwa benda tersebut memang tidak dialiri arus listrik. 3. Tespen DC 6V – 24V Tespen DC Tespen dengan Type DC 6V – 24V ini berfungsi untuk deteksi listrik pada aki. Hal ini berlaku baik itu untu aki kendaraan atau sejenisnya. Arti dari DC 6V – 24V sebenarnya sekaligus keterangan bahwa tespen jenis ini hanya dapat digunakan untuk tegangan listrik kisaran 6-24 Volt. Bahan atau material dasar tespen jenis ini adalah tembaga murni. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa tespen ini tidak akan berkarat dalam penggunaan jangka panjang sekalipun. Selain terbuat dari tembaga murni, tespen ini juga dilengkapi kabeh berlapis PVC dengan kualitas yang baik di kelasnya. Cara penggunaan tespen jenis ini yaitu dengan cara jepitkan konektor A pada aki yang mempunyai arus + dan konektor B pada aki ber arus -. Lalu selanjutnya silahkan perhatikan lampu indikator, jika lampu indikator menyala maka itu menandakan benda tersebut dialiri arus listrik. 4. Tespen Bolak Balik Apel Tespen bolak balik Tespen jenis Bolak Balik Apel memiliki komponen yang sederhana, begitu juga dengan bentuk dan fungsi utamanya. Tespen ini juga sering disebut tespen bolak balik plus dan minus apel. Yang menarik, tespen bolak balik plus ini dilengkapi pegangan dari bahan karet sehingga lebih nyaman dan aman saat digunakan. Selain itu, tespen jenis ini juga dilengkapi dengan mata obeng dan alat pengukur aliran listrik bolak balik. Mata obeng biasanya dibuat dengan menggunakan tembaga dengan kualitas yang sangat baik. Itulah mengapa masa pakainya awet dan bisa berfungsi dengan baik ke depannya. Cara penggunaan tespen jenis ini juga cukup mudah. Yakni cukup dengan meletakan tespen pada benda yang akan diuji arus listrik bolak balik. Setelah itu akan ada warning berupa bunyi atau led pada tespen jika memang terdeteksi adanya aliran listrik pada benda yang sedang diuji. 5. Type TL Tergo Obeng Tespen Obeng tespen Jenis obeng tespen ini memiliki bentuk yang sangat simpel dengan ukuran yang memudahkan untuk dibawa kemanapun. Tespen ini juga sering kali disebut dengan istilah tespen pensil. Hal ini karena tespen pensil hanya memiliki ukuran 150 mm saja. Meskipun mungil, fungsi obeng tespen pensil ini dapat menahan aliran listrik dari 100-220 Volt. Pada komponen tespen, terdapat handle tespen yang sangat kuat sehingga dapat digunakan dengan aman. Selain handle tespen, terdapat pula LED indikator yang memiliki fungsi yang sama dengan led indikator pada jenis tespen lain. 6. Type MS-18 Voltage Tester AC/DC Tespen AC DC Tespen type MS -18 Voltage AC/DC ini bukan merupakan satu satunya tespen yang dapat berfungsi menguji aliran listrik AC /DC. Ada beberapa jenis tespen lain yang memiliki fungsi yang sama. Ada beberapa bagian yang perlu kita ketahui, yakni seperti 2 tombol AC / DC, dan juga LED indikator. Fungsi tombol AC/ DC adalah untuk menentukan hasil yang akan kita uji, ataukah AC maupun berjenis DC. Tombol tersebut bisa ditekan sesuai yang diinginkan. Setelah tombol AC / DC ditekan, maka hasil uji akan ditampilkan pada LED indikator. Tespen Type MS-18 Voltage Tester AC/DC memiliki fitur self test functon STF dimana uji tegangan dapat dilakukan baik secara langsung atau tidak langsung. Untuk kapasitas arus yang dapat diujikan antara 70-250 VAC untuk AC dan 70-10000 untuk AC. 7. Tespen AKI 12V Tespen aki Tespen AKI 12V berfungsi untuk mengukur aliran arus listrik DC yang terdapat pada komponen aki. Dilengkapi layar LCD yang dapat membantu mempermudah kita dalam melihat hasil uji tegangan listrik yang dihasilkan sehingga lebih mempermudah pengguna dalam pemakaianya. 8. Tespen Bunyi Nankai Tespen bunyi nankai Jenis tespen yang terakhir adalah tespen bunyi nankai, tespen jenis ini juga dapat digunakan dalam uji tegangan listrik AC / DC. Tespen type bunyi nankai memiliki kemampuan untuk mendeteksi tegangan listrik dari 70-250 Volt pada AC dan DC. Tespen type ini juga memiliki beberapa komponen penyusun di dalamnya. Misalnya saja seperti buzzer sebagai indikator tegangan listrik yang diuji dengan tanda bunyi. Tespen type ini juga menggunakan 2 buah baterai jenis A3. Kesimpulan Dalam dunia elektronika, tespen mempunyai banyak jenis. Tentu saja setiap jenis tespen mempunyai fungsi dan juga kelebihanya masing- masing. Namun demikian tidak mengurangi fungsi utama dari tespen itu sendiri, ya? Mayoritas dari jenis – jenis tespen baru hanya menambah fitur atau komponen lain yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam penggunaan tespen tanpa meninggalkan fungsi utama tespen.
lampu ac pada tespen digunakan sebagai